MODUL
RANCANG BANGUN JARINGAN
XII TKJ
Disusun Oleh:
RIZKY DWI PRIASMAWAN
Pembimbing
Aldhias Rizky Januar,
S.Kom
Jurusan Teknik Komputer
dan Jaringan
SMK PGRI WLINGI
2018 / 2019
BAB 1 SKEMA
PENGALAMATAN JARINGAN IP HIRARKIKAL
A.
Pengertian
horizontal
Disini adalah
sistem pengkabelan akan berjalan secara horizontal baik diatas lantai ataupun
di bawah atap. Pengertian horizontal disini adalah jaringan sama level antar
device yang terhubung sebuah jaringan komputer. artinya semua device dalam
jaringan tersebut hanya berinteraksi dalam satu level. Pengertian horizontal
disini adalah jaringan yang mana setiap perangkat device memiliki kedudukan
yang sama, artinya berada pada level yang sama.
Contoh jaringan datar Jaringan peer to peer, jaringan LAN merupakan
sebuah penerapan dari jaringan Datar (horizontal) yang mana setiap perangkat
keras jaringan ( device ) memiliki hak yang sama di dalam jaringan tersebut.
Skema pengalamatan pada Dua jaringan
tersebut pada dasarnya sama, perbedaannya adalah pada jaringan datar tidak ada
alamat ip yang mewakili untuk menuju atau menerima data informasi, sedangkan
pada jaringan Hirarkikal akses ke level yang lebih tinggi akan di wakili oleh
sebuah alamat ip yang terhubung langsung dengan jaringan pada level diatasnya.
Untuk ip yang digunakan masih fleksible
tergantung administrator jaringan, kelas A Kelas B dan Kelas C maupun Kelas D
atau E semua dapat di terapkan sesuai kebutuhan dari jaringan itu sendiri.
B.
Pengertian
JARINGAN HIRARKIKAL
Jaringan
hirarkikal adalah jaringan bertingkat yang merupakan jaringan terkoneksi dengan
level-level lain yang memiliki fungsi dan layanan berbeda.
Jaringan Hirarkikal adalah sebuah jaringan
yang terdiri dari beberapa level (tingkat) dengan fungsi dan hak akses yang
berbeda-beda. dimana terdapat beberapa perangkat device yang memiliki hak untuk
mengatur perangkat / device yang lain yang berada dilevel bawahnya.
Contoh jaringan hirarkikal adalah internet,
dimana antara user di level akses berinteraksi juga dengan level distribusi
diatasnya (ISP) dan level core (inti) diatasnya juga.
C.
KONSEP
PENGALAMATAN JARINGAN HIRARKIKAL
Pengalamatan
jaringan merupakan suatu metode pengalamatan IP yang bertujuanuntuk mengatur
alamat suatu komputer yang terhubung dalam jaringan global maupun lokal. Pengalamatan
jaringan juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi sebuah komputer dalam
suatu jaringan atau dalam sebuah jaringan internet.Pengalamatan IP berupa
alamat yang terdiri dari 32-bit yang dibagi menjadi 4 oktet yang masing masing
berukuran 8-bit.
D.
SKEMA
HIRARKI PENGALAMATAN IP
Skema
pengalamatan IP dibedakan menjadi dua jenis yaitu pengalamatan 32-bit
(terstruktur/hierarki) dan pengalamatan flat (datar/non-hierarki).Walaupun
kedua jenis skema pengalamatan bisa digunakan, namun pengalamatan hierarki
dipilih dengan alasan yang baik.Keuntungan dari skema pengalamatan hierarki
yaitu kemampuannya yang bisa menangani pengalamatan yang besar. Sedangkan
kekurangan dari skema pengalamatan flat dan alasan kenapa pengalamatan IP tidak
menggunakannya yaitu masalah routing yang tidak efisien dan hanya sebagian
kecil alamat yang digunakan dalam pengalamatan IP. Solusi untuk masalah
tersebut yaitu menggunakan dua atau tiga tingkatan yang bisa dibandingkan dengan
nomer telepon, skema pengalamatan hierarki yang terstruktur oleh network
(jaringan) dan host atau network, subnet dan host yang digunaan untuk menunjukkan
alamat jaringan (network)
E.
CIDR
dan VLSM
Berikut perbedaan antara CIDR dan VLSM :
a)
VLSM mirip dengan CIDR Keduanya sama-sama membagi jaringan besar menjadi
jaringan-jaringan yang lebih kecil.
b)
Tujuan VLSM: menggunakan blok alamat yang ada se-efisien mungkin
Tujuan CIDR: membuat routing table lebih
efisien dengan subnet yang sudah ada.
c)
VLSM: Pembagian jaringan ini
pada alamat yang sudah digunakan pada suatu organisasi dan tidak terlihat di
Internet
d)
CIDR: CIDR dapat mengalokasikan suatu alamat yang sudah disediakan oleh
Internet kepada ISP highlevel ke ISP mid-level sampai lower-level dan akhirnya
ke jaringan suatu organisasi. Dari perbedaan CIDR dan VLSM tersebut diatas
terlihat jelas bahwa CIDR dan VLSM memiliki fungsi yang sama. Hanya saja
penggunaannya yang berbeda.
F.
IP
ADRESS Versi 4
Alamat IP versi
4 (sering disebut dengan Alamat IPv4) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan
yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP
versi 4. Panjang totalnya adalah 32-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati
hingga 4 miliar host komputer atau lebih tepatnya 4.294.967.296 host di seluruh
dunia, jumlah host tersebut didapatkan dari 256 (didapatkan dari 8 bit)
dipangkat 4(karena terdapat 4 oktet) sehingga nilai maksimal dari alamt IP
versi 4 tersebut adalah 255.255.255.255 dimana nilai dihitung dari nol sehingga
nilai nilai host yang dapat ditampung adalah 256x256x256x256=4.294.967.296
host, bila host yang ada di seluruh dunia melebihi kuota tersebut maka
dibuatlah IP versi 6 atau IPv6. Contoh alamat IP versi 4 adalah 192.168.0.3.
G.
IP
ADRESS Versi 6
Alamat IP versi
6 (sering disebut sebagai alamat IPv6) adalah sebuah jenis pengalamatan
jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan
protokol Internet versi 6. Panjang totalnya adalah 128-bit, dan secara teoritis
dapat mengalamati hingga 2128=3,4 x 1038 host komputer di seluruh dunia. Contoh
alamat IPv6 adalah 21da:00d3:0000:2f3b:02aa:00ff:fe28:9c5a.
Transisi dari IPv4 ke IPv6
Transisi dari IPv4 ke IPv6 memerlukan waktu
sekitari 3 sampai 7 tahun berikutnya. Ada dua faktor yang terlibat dalam proses
transisi yaitu routing dan pengalamatan. Tantangan IPv6 adalah mampu mengambil
alih sebelum pengalamatan dan sistem routing IPv4 rusak. Selain itu konfigurasi
dan setting IPv6 harus fleksibel untuk mengakomodasi dan mengatasi peralihan sistem dari IPv4, karena
dalam satu titik waktu nanti konfigurasi
IPv6 dari perangkat jaringan komputer akan menjadi 100%.
Proses transisi memerlukan waktu yang Cukup untuk menghindari gangguan terhadap
peralihan teknologi itu sendiri. Jaringan Internet begitu besar dan tidak dapat
diubah seketika kecuali dengan transisi
bertahap. Selain itu sistem operasi dan perangkat lunak harus mulai
berpartisipasi dalam proses transisi
secara bulat. Proses transisi ke IPv6
adalah lebih cepat jika dikampanyekan.
H.
MAC
ADRESS
MAC Address
(Media Access Control Address) adalah., sebuah alamat jaringan yang
diimplementasikan pada lapisan data-link dalam tujuh lapisan model OSI, yang
merepresentasikan sebuah node tertentu dalam jaringan. Dalam sebuah jaringan
berbasis Ethernet, MAC address merupakan alamat yang unik yang memiliki panjang
48-bit (6 byte) yang mengidentifikasikan sebuah komputer, interface dalam
sebuah router, atau node lainnya dalam jaringan. MAC Address juga sering
disebut sebagai Ethernet address, physical address, atau hardware address.
(Idonesia, 2015).
MAC Address
Filtering merupakan metoda filtering untuk membatasi hak akses dari MAC Address
yang bersangkutan.Hampir setiap wireless access point maupun router
difasilitasi dengan keamanan MAC Filtering. MAC filters ini juga merupakan
metode sistem keamanan yang baik dalam WLAN, karena peka terhadap jenis
gangguan seperti pencurian pc card dalam MAC filter dari suatu access point
sniffing terhadap WLAN.
I.
SUBNETTING
CIDR KELAS C
Subnetting
seperti apa yg terjadi dengan sebuah Network Address 192.168.1.0/26 ?
Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan
Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).
Penghitungan: Seperti yang sudah dijelaskan
sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah
subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang
valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:
1.
Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet
terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir
untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
2.
Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x
yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per
subnet adalah 26 – 2 = 62 host
3.
Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet
berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah
0, 64, 128, 192.
4.
Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung
buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan
broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
Subnet 192.168.1.0 192.168.1.64
192.168.1.128 192.168.1.192
Host Pertama 192.168.1.1 192.168.1.65
192.168.1.129 192.168.1.193
Host Terakhir 192.168.1.62 192.168.1.126
192.168.1.190 192.168.1.254
Broadcast 192.168.1.63 192.168.1.127
192.168.1.191 192.168.1.255
J.
SUBNETTING
CIDR KELAS B
Contoh kasus Ip
10.20.30.40 /20 tentukan Netmasknya,
Total Ip, Network, dan Broadcast mari kita menghitung lagi.
Karena ini adalah ip kelas B maka Hostnya
yang nanti jadi acuan buat perhitungan adalah 30, jadi cara menghitungnya
adalah /20 + 8 sehingga 20 + 8 = /28 *angka 8 didapat dari oktet ke 4 yang berjumlah
8.
Jadi
/28 total ip nya adalah 16 yaitu (0-15) maksudnya ip address 10.20.0.0 –
10.20.15.255 karena di kasus tersebut ip hostnya adalah 30 yaitu 10.20.30.40
sehingga tidak termasuk dalam range ip (0-15) untuk mengetahui 30 termasuk
dalam range ip yang mana, apabila yaitu (0-15)(16-31) *31 didapat dari 16 + 15
= 31 dan ketemu 30 berada di range (16-31), metode mengurutkan ini juga bisa
digunakan untuk mencari range Ip address.
Hanya saja, apabila ip hostnya
10.20.200.30, tidak memungkin kita untuk mengurutkan sampai akhirnya ketemu
range 200. Cara yang lebih efektif yaitu menggukan 200 dibagi total ip nya
yaitu 16 dan hasilnya dikali 16 juga sehingga 200 : 16 = 12,5 kemudian
digenapkan menjadi 12 x 16 = 192, 192+15 = 207 (192-207) sehingga host 200 terdapat
di range ip (192-207).
Kemudian lanjutkan untuk angka 30. karena
ini kelas B bukan berati total ip nya 16
yang benar adalah 16 x 256 = 4096 jadi /20 mempunyai jumlah total ip
4096
TOTAL IP
4096
Network
10.20.16.0
IP Awal
10.20.16.1
IP Akhir 10.20.31.254
Broadcast
10.20.31.255
Netmask
256-16 = 255.255.240.0
K.
SUBNETTING
CIDR KELAS A
Metode menghitung Subnetting kelas A itu
sama dengan kelas B dan C hanya Oktetnya di tambah lagi yaitu oktet 2, oktet 3,
dan oktet 4 :
10
85
30
2
1111111
11110000
0000000
0000000
Oktet 1
Oktet 2
Oktet 3
Oktet 4
256
256
Studi kasus 10.85.30.2 /12 tentukan
Netmasknya, Total Ip, Network, dan Broadcast mari kita menghitung lagi.
Karena ini adalah ip kelas A maka Hostnya
yang nanti jadi acuan buat perhitungan adalah 85, jadi cara menghitungnya
adalah /12 + 16 sehingga 12 + 16 = /28 *angka 16 ini didapat dari penjumlahan
oktet 3 dan oktet 4 yang masing-masing
oktet berjumlah 8 biner jadi 8 + 8 = 16.
Sehingga menjadi /28 yang mempunyai total
ip 16 yaitu (0-15) maksudnya ip address 10.0.0.0 – 10.15.255.255 karena di
kasus tersebut ip hostnya adalah 85 yaitu 10.85.30.2 sehingga tidak termasuk
dalam range ip (0-15) untuk mengetahui 85 termasuk dalam range ip yang mana,
kita gunakan cara yang sama persis waktu perhitungan subnetting kelas C dan B
yaitu 85 dibagi total ip nya yaitu 16 dan hasilnya dikali 16 juga sehingga 85 :
16 = 5,13 di genapin jadi 5 x 16 = 80
dan 80 + 15 = 95 (80 – 95 ) sehingga host 85 terdapat di range ip (80 –
95). Maksudnya terdapat dalam range ip 10.80.0.0 – 10.95.255.255.
Ingat jangan lupa karena ini kelas A bukan
berati total ip nya 16 juga ya, yang benar adalah 16 x 256 x 256 = 1.048.576
jadi /12 mempunyai jumlah total ip 1.048.576. perbedanya yaitu apabila kelas B
hanya sekali saja dikali 256 tapi pada kelas A harus dikali 256 sebanyak
2x, kenapa? karena menggunakan oktet 2,
oktet3, dan oktet 4.
TOTAL IP 1.048.576
Network 10.80.0.0
IP Awal 10.80.0.1
IP Akhir 10.95.255.254
Broadcast 10.95.255.255
Netmask 256-16 = 255.240.0.0
L.
SUPER
SUBNETTING
Supernetting
adalah proses menggabungkan dua atau lebih blok IP address menjadi satu
kesatuan. Supernetting diterapkan pada network yang cukup besar untuk
memudahkan proses routing. Supernetting di sebut juga Classless Inter-Domain
Routing atau CIDR. (Admin, 2012)
Untuk kelas C, ada beberapa aturan :
a)
Jumlah blok harus merupakan perpangkatan 2, misal 16 (24).
b)
Blok harus merupakan angka yang berkelanjutan atau berurut.
c)
Byte ke-3 dari alamat pertama harus dibagi jumlah host. Misal, jika ada
4 blok, maka byte ke -3 harus kelipatannya yakni 4,8,12,16,20, dst. (Sukma,
2014)
Prosedur Supernetting :
1.
Pada Supernet bit Host yang bernilai nol semua berfungsi sebagai
Supernet Address, bit Host yang bernilai
satu semua berfungsi sebagai Broadcast Address.
2.
Pada proses netmasking, IP-Address untuk Supernet-mask ditentukan dengan
mengganti semua bit Network dengan bit
1, dan mengganti semua bit Host (termasuk bit Host yang dipinjam dari bit
Network) dengan bit 0.Contohnya pembentukan supernet dari gabungan 4 buah
jaringan Kelas-C dengan meminjam2 bit Network, maka komposisi bit 1 dan bit 0
pada proses netmasking (Fazarianti, 2012).
M.
NAT
Network Address Translation)
1.
Pengertian
Penafsiran alamat jaringan (Bahasa
Inggris:Network Address Translation) adalah suatu metode untuk menghubungkan
lebih dari satu komputer ke jaringaninternet dengan menggunakan satu alamat IP.
2.
Konfigurasi NAT
Ini contoh saja biar bisa terbayangkan
konfigurasi di Router Cisco untuk penerapan NAT. Berikut konfigurasinya :
1.
FastEthernet1 (f0/0) dengan IP 192.168.1.0. Interface ini terhubung ke
jaringan yang akan di NAT
2.
Serial 0/0/0 dengan IP 200.200.200.1. Interface ini terhubung ke
internet. Masuk ke mode privileged config t.
N.
PAT
Port Address Translation)
1.
Pengertian
Port Address Translation (PAT) adalah suatu
fitur dari jaringan perangkat yang menerjemahkan TCP atau UDP, komunikasi yang
dilakukan antara host pada jaringan pribadi dan host pada jaringan.Tujuan dari
PAT adalah untuk menghemat alamat IPPublik.
Sebagian besar jaringan rumah menggunakan
PAT.Dalam skenario seperti itu, Internet Service Provider (ISP) memberikan
alamat IP ke router jaringan rumah ini. Ketika Komputer X log di Internet,
router memberikan klien nomor port, yang ditambahkan ke alamat IP internal.
Ini, pada dasarnya, memberikan Komputer X alamat unik. Jika Komputer Z log di
Internet pada saat yang sama, router memberikan itu alamat IP yang sama lokal
dengan nomor port yang berbeda. Meskipun kedua komputer berbagi alamat IP
publik yang sama dan mengakses Internet pada saat yang sama, router tahu persis
mana komputer untuk mengirim paket khusus untuk karena setiap komputer memiliki
alamat internal yang unik.
O.
ALOKASI
ALAMAT IP PRIVATE
Suatu alamat IP
pada ruang alamat pribadi tidak pernah diberikan sebagai alamat umum.Alamat IP
dalam ruang pribadi ini biasa kita sebut sebagai alamat private / IP
Private.Dengan memakai alamat IP pribadi, pemakai dapat memberikan proteksi
dari para hacker jaringan.
Pada IP private, route di dalam internet
router takkan pernah ada karena alamat IP private tidak pernah diberikan oleh
Inter Network Information Center.Sehingga secara otomatis, IP private tidak
dapat dijangkau di dalam internet.Lalu bagaimanakah solusinya? Maka, saat
memakai alamat IP private, membutuhkan beberapa tipe proxy atau server untuk
mengkonversi sejumlah alamat IP pribadi pada jaringan lokal menjadi alamat umum
yang valid dengan Network Address Translator (NAT) sebelum dikirimkan ke
Internet. Dukungan bagi NAT untuk menerjemahkan alamat umum dan alamat pribadi
memungkinkan terjadinya koneksi jaringan kantor, rumah atau kantor kecil ke
Internet.
Sebuah NAT menyembunyikan alamat-alamat IP
yang dikelola secara internal dari jaringan-jaringan eksternal dengan
menerjemahkan alamat internal pribadi menjadi alamat eksternal umum. Hal ini mengurangi biaya registrasi
alamat IP dengan cara membiarkan para pelanggan memakai alamat IP yang tidak
terdaftar secara internal melalui suatu terjemahan ke sejumlah kecil alamat IP
yang terdaftar secara eksternal. Hal ini juga menyembunyikan struktur jaringan
internal, mengurangi resiko penolakan serangan layanan terhadap sistem
internal.
P.
NAT
STATIC & NAT DYNAMIC
1.
NAT STATIC
Static NAT atau NAT statis menggunakan
table routing yang tetap, atau alokasi translasi alamat ip ditetapkan sesuai
dengan alamat asal atau source ke alamat tujuan atau destination, sehingga
tidak memungkinkan terjadinya pertukaran data dalam suatu alamat ip bila
translasi alamat ipnya belum didaftarkan dalam table nat. Translasi Static
terjadi ketika sebuah alamat lokal (inside) di petakan ke sebuah alamat
global/internet (outside). Alamat local dan global dipetakan satu lawan satu
secara statik. NAT secara statis akan melakukan request atau pengambilan dan
pengiriman paket data sesuai dengan aturan yang telah ditabelkan dalam sebuah
NAT .
2.
NAT DYNAMIC
NAT dengan tipe dinamis menggunakan logika
balancing atau menggunakan logika pengaturan beban, di mana dalam tabelnya
sendiri telah ditanamkan logika kemungkinan dan pemecahannya, NAT dengan tipe
dinamis pada umumnya dibagi menjadi 2 jenis yaitu NAT sistem pool dan NAT
sistem overload.
Q.
PAT
STATIC & PAT DYNAMIC
1.
PAT STATIC
Terjemahan PAT statis memungkinkan UDP
tertentu atau port TCP pada alamat global yang akan diterjemahkan ke port
tertentu pada alamat lokal. PAT statis adalah sama dengan static NAT, kecuali
bahwa hal itu memungkinkan Anda untuk menentukan protokol (TCP atau UDP) dan
port untuk alamat nyata dan dipetakan. Statis PAT memungkinkan Anda untuk
mengidentifikasi dipetakan alamat yang sama di banyak pernyataan statis yang
berbeda, asalkan port berbeda untuk setiap pernyataan. Anda tidak dapat
menggunakan alamat dipetakan yang sama untuk beberapa laporan NAT statis.
Dengan PAT statis, terjemahan ada dalam tabel terjemahan NAT segera setelah
Anda mengkonfigurasi statis perintah PAT (s), dan mereka tetap dalam tabel
terjemahan sampai Anda menghapus perintah PAT statis (s). (Semperboni, 2014)
2.
NAT Overload / PAT
Hal ini umum untuk menyembunyikan seluruh
ruang alamat IP, biasanya terdiri dari alamat IP pribadi, di belakang satu
alamat IP (atau dalam beberapa kasus sekelompok kecil alamat IP) di ruang
alamat lain (biasanya umum). Jenis NAT disebut PAT di overload. Masuknya
dinamis tetap di meja sepanjang arus lalu lintas sesekali. Dengan PAT di
overload, terjemahan tidak ada dalam tabel NAT sampai router menerima lalu
lintas yang membutuhkan penerjemahan. Terjemahan memiliki batas waktu setelah
mereka dibersihkan dari tabel terjemahan.
BAB
2 PENGATURAN JARINGAN PERUSAHAAN
A. ROUTER DAN ROUTING
• Routing adalah proses
pengiriman data maupun informasi dengan meneruskan paket data yang dikirim dari
jaringan satu ke jaringan lainnya.
• Sedangkan
Router adalah perangkat keras dalam jaringan komputer yang berfungsi untuk
menghubungkan dua atau lebih jaringan yang mempunyai protocol yang sama.
sehingga dengan menggunakan router kita bisa menghubungkan 2 ip address yang
memiliki host yang berbeda. contohnya kita bisa menghubungkan IP Address
192.168.1.2 dengan IP address 192.169.10.1.Router sangat berperan untuk
jaringan berskala menengah ke atas karena digunakan untuk membagi jaringan.
B. KOMPONEN ROUTER BESERTA FUNGSINYA
1.
RAM
Fungsi utama RAM
pada router adalah menyimpan konfigurasi yang sedang berjalan (running
configuration) dan sistem operasi IOS yang aktif, menyimpan routing table,
menangani cache ARP, menangani fast-swtiching cache, menyediakan memori
sementara utk konfigurasi file, menangani paket buffer, mengelola antrian
paket. Sifat RAM adalah semua data yang disimpan akan hilang ketika kehilangan
sumber daya atau pada saat akan direstart.
2.
NVRAM (Non Volatile RAM)
NVRAM berguna
untuk menyimpan konfigurasi start-up (start-up configuration). Isinya akan
tetap ada walaupun router kehilangan power. Ini mungkin termasuk alamat IP
(Routing protocol, Hostname dari router)
3.
FLASH MEMORY
Flash berguna
untuk menyimpan IOS (Operating System Image). Memory ini bisa menyimpan
berbagai versi software IOS. Merupakan jenis EEPROM (Electronically Erasable
Programmable ROM), jadi walaupun router kehilangan power, isinya tetap ada.
4.
ROM
ROM berguna
untuk menyimpan sistem bootstrap yang berfungsi untuk mengatur proses dan
menjalankan Power On Self Test (POST) dan IOS Image.
5.
INTERFACE
interface
merupakan komponen eksternal dari suatu router. Sebelum menkonfigurasi router,
masing-masing fungsi komponen tersebut harus diketahui terlebih dahulu karena
komponen yang akan dikoneksikan ke router menggunakan interface yang berbeda
tergantung komponennya yang akan dihubungkan. Gambar di atas memperlihatkan
interface standar yang dimiliki oleh sebuah router yang meliputi:
Serial Ports, terdiri dari Serial0 dan
Serial1
Fast Ethernet Ports, pasti udah pada kenal
semua
Console Port, port utk menghubungkan router
dgn dunia luar, port ini akan terhubung ke serial port di PC kita dengan
menggunakan kabel Roll Over
Auxiliary Port, hampir sama dengan Console
Port, dan tidak semua port ini dimiliki oleh router. Power Switch, untuk power
C. MACAM-MACAM ROUTING
- Static Routing
Static routing merupakan rute yang secara
manual dimasukan oleh Administrator kedalam konfigurasi devices untuk
mendefinisikan lewat interface mana sebuah paket dengan suatu tujuan akan
dilewatkan.
- Dynamic Routing
Merupakan Routing yang bekerja secara
dinamis dan otomatis oleh suatu software Routing yang berjalan pada Router.
Kenapa dinamis, karena router akan dapat menentukan secara otomatis lewat mana
suatu paket dengan sebuah tujuan akan dikirimkan. Apabila terjadi kegagalan
jaringan pada suatu link, router secara otomatis akan memindahkan traffic
melewati link yang tidak mengalami gangguan (backup link) dan akan secara
otomatis menginformasikan ke router-router lain nya dalam satu domain bahwa
telah terjadi perubahan routing dan router yang terkait perubahan routing
tersebut akan otomatis melakukan update routing.
D. KONFIGURASI ROUTING STATIC DAN
DYNAMIC PADA ROUTER CISCO
Continue with configuration dialog?
[yes/no]: no
Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#interface se0/0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.1.1
255.255.255.0
Router(config-if)#clock rate 64000
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Router(config-if)#interface fa0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.2.1
255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Selanjutnya konfigurasi pada Router1, klik
pada Router1 dan pilih CLI, berikut konfigurasinya :
Continue with configuration dialog?
[yes/no]: no
Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#interface se0/0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.1.2
255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface fa0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.3.1
255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Sekarang tinggal konfigurasi Routing
Static.
Klik Pada Router0, pilih CLI, berikut
konfigurasinya :
Router(config)#ip route 192.168.3.0
255.255.255.0 192.168.1.2
Keterangan:
Warna biru : Perintah untuk Routing Static.
Warna merah : IP Network yang ada pada
Router1.
Warna hijau : Netmask IP Network yang
bersangkutan.
Warna pink : IP Address dari Router1 untuk
jalur dari Router0 ke Router1
Selanjutnya di Router1.
Klik Pada Router1, pilih CLI, berikut
konfigurasinya :
Router(config)#ip route 192.168.2.0
255.255.255.0 192.168.1.1
Keterangan:
Warna biru : Perintah untuk Routing Static.
Warna merah : IP Network yang ada pada
Router1.
Warna hijau : Netmask IP Network yang
bersangkutan.
Warna pink : IP Address dari Router1 untuk
jalur dari Router0 ke Router1
Kemudian konfigurasi pada setiap PC dengan
ip address seperti pada tabel diatas tadi. Caranya klik pada PC, pilih Desktop,
pilih IP Configuration.
PC0 :
Ip Address = 192.168.2.2
Netmask = 255.255.255.0
Gateway = 192.168.2.1
PC1 :
Ip Address = 192.168.2.3
Netmask = 255.255.255.0
Gateway = 192.168.2.1
PC2 :
Ip Address = 192.168.3.2
Netmask = 255.255.255.0
Gateway = 192.168.3.1
PC3 :
Ip Address = 192.168.3.3
Netmask = 255.255.255.0
Gateway = 192.168.3.1
Lakukan pengecekan dari setiap PC ke PC
lainnya dengan perintah PING.
Caranya masuk ke PC, klik Command Prompt.
E. VERIFIKASI RIP
Routing
Information Protocol (RIP) adalah sebuah protokol routing dinamis yang
digunakan dalam jaringan LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network).
Oleh karena itu protokol ini diklasifikasikan sebagai Interior Gateway Protocol
(IGP). Protokol ini menggunakan algoritme Distance-Vector Routing. Pertama kali
didefinisikan dalam RFC 1058 (1988). Protokol ini telah dikembangkan beberapa
kali, sehingga terciptalah RIP Versi 2 (RFC 2453). Kedua versi ini masih
digunakan sampai sekarang, meskipun begitu secara teknis mereka telah dianggap
usang oleh teknik-teknik yang lebih maju, seperti Open Shortest Path First
(OSPF) dan protokol OSI IS-IS. RIP juga telah diadaptasi untuk digunakan dalam
jaringan IPv6, yang dikenal sebagai standar RIPng (RIP Next Generation / RIP
generasi berikutnya), yang diterbitkan dalam RFC 2080 (1997).
F. PROTOCOL ROUTING DISTANCE VECTOR
G. ENHANCED INTERIOR GATEWAY ROUTING
PTROTOKOL (EIGRP)
EIGRP (Enhanced
Interior Gateway Routing Protocol) adalah routing protocol yang hanya di adopsi
oleh router cisco atau sering disebut sebagai proprietary protocol pada CISCO.
Dimana EIGRP ini hanya bisa digunakan sesama router CISCO saja dan routing ini
tidak didukung dalam jenis router yang lain.
H. TERMINOLOGY DAN TABLE EIGRP
EIGRP menggunakan beberapa terminologi,
yaitu :
Successor : istilah yang digunakan untuk
jalur yang digunakan untuk meneruskan paket data.
Feasible Successor : istilah yang digunakan
untuk jalur yang akan digunakan untuk meneruskan data apabila successor
mengalami kerusakan
Neighbor table : istilah yang digunakan
untuk tabel yang berisi alamat dan interface untuk mengakses ke router sebelah
Topology table : istilah yang digunakan
untuk tabel yang berisi semua tujuan dari router sekitarnya.
Reliable transport protocol : EIGRP dapat
menjamin urutan pengiriman data.
I. UKURAN/METRIC DAN KONVEGENSI EIGRP
BAB
3 PROTOCOL ROUTING OSPF
A.
OPERASI
PROTOCOL RUTE LINK-STATE
A.
Pengertian
Kita mengenal
ada dua jenis protokol routing, yaitu distance vector dan link state. Distance
vector adalah proses routing berdasarkan arah dan jarak. Sementara link state
adalah proses routing yang membangun topologi databasenya sendiri. Konsep dasar
dari link state routing adalah setiap router menerima peta (map) dari router
tetangga. Link state bekerja dengan cara yang berbeda dari distance vector.
Walaupun proses pengumpulan informasi routingnya lebih rumit dan berat dari
distance vector, namun link state lebih realible, lebih skalabel dalam melayani
jaringan besar, lebih terstruktur dan juga lebih menghemat bandwith.Pada link
state akan melakukan tracking atau penyelidikan terhadap semua koneksi yang ada
dalam jaringan. Status dari koneksi-koneksi tersebut, jenis dan tipe koneksi,
bahkan kecepatan dari koneksi tersebut semuanya dikumpulkan menjadi sebuah
informasi. Hal ini sangat berbeda dengan distance vector. Algoritma distance
vector memiliki informasi yang tidak spesifik tentang jaringan tujuan dan tidak
mengetahui jarak router. Sedangkan algoritma link state memperbaiki pengetahuan
dari jarak router dan bagaimana mereka (router) terkoneksi.
B.
Fitur-fitur link state
Pada protokol
routing link state, router akan memilih sendiri jalur untuk menuju ketujuannya.
Router tersebut akan mendapatkan informasi tentang jalur terbaik (best pathway)
melalui router tetangganya. Dari router tetangganya itulah router mempelajari routing
dan mencari jalur terbaik melalui router tetangganya itu.
Protokol routing link state memiliki
beberapa fungsi, yaitu:
a. Akan cepat merespon jika dijaringan
mengalami perubahan
b. Mengirimkan triggered update hanya pada
saat jaringan itu mengalami perubahan
c. Mengirimkan update secara priodik yang
dikenal dengan link state refreshes
d. Menggunakan “hello packet” untuk mencari
router tetangga
Hello packet terkirim hanya pada router
tetangga. Hello packet berisi informasi tentang jaringan yang terhubung.
Fitur-fitur dari protokol routing link
state:
a. Link State Advertisements (LSA)
b. Topologi database
c. Algoritma Shortest Path First (SPF)
d. SPF tree
e. Penentuan jalur terbaik pada routing
table, baik jalurnya maupun portnya.
Mari kita bahas satu persatu setiap fitur
dari link state ini.
a. Link State Advertisements
Adalah paket kecil dari informasi routing
yang dikirim antar router. LSA akan dikirim antar router. LSA akan dikirim ke
router yang terhubung langsung. Saat terjadi perubahan jaringan. Sebagai contoh
jika ada router yang mati, maka router yang terhubung langsung akan meng-update
LSAnya. Masing-masing router membangun database topologi yang berisi informasi
LSA.
Link state protokol akan melakukan flood
atau pembanjiran dengan menggunakan alamat multicast. Kemudia router yang
mendapatkan informasi perubahan itu akan mengirimkan lagi updatenya ke router
tetangga yang terhunbung langsung. Namun informasi LSA ini tidak akan terkirim
lagi ke si pengirim pertama.
b. Topologi database
Adalah kumpulan informasi yang dari LSA-LSA
yang telah terkumpul. Disini informasi yang bias didapatkan adalah semua
informasi tentang interface yang terhubung langsung. Bisa berupa IP Address
dari interface itu, subnetmask, jenis dari jaringan yang terhubung, bagaimana
router itu terkonek ke jaringan dan lain-lain. Kumpulan database ini kadang
disebut dengan topologi database. Dari database ini bias digunakan untuk
menghitung jalur terbaik pada jaringan.
c. Algorithma SPF (Shortest Path First)
Adalah hasil perhitungan pada database
sebagai hasil dari SPF tree. Dari algorithma SPF dan database tadilah, maka
akan dibuat tree (pohon) dengan routeritu sendiri sebagai root. Router kemudian
akan menggunakan SPF untuk mengetahui jalur mana yang paling pendek untuk
mencapai tujuan. SPF juga bias disebut dengan algorithma Dijkstra.
d. SPF tree
Telah dijelaskan diatas, bagaimana
algorithma SPF akan membentuk sebuah percabangan. Ini akan membantu router
untuk mennetukan jalur terbaiknya. Dari percabangan itu juga router akan mengetahui
jalaur mana yang pendek dan yang terbaik.
e. Menentukan routing table
Routing table adalah daftar rute dan
interface. Saat terjadi perubahan jaringan (network) maka routing table pun
akan berubah. Di table link state inilah sebuah raute mempelajari router
tetangganya, beserta router yang ada di jaringan.
Dari pembahasan diatas bias disimpulkan
proses dari link state adalah sebagai berikut. Awalnya router akan mengirimkan
hello packet secara priodik. Dari hello paket inilah akan tercipta LSA. LSA
akan mengetahui jaringanmana yang mati atau hidup. Saat sebuah router mati,
maka LSA dari router yang terhubung langsung dengan router yang mati itu,a kan
segera meng-update LSAnya. Dari LSA ini, informasi yang didapatkan akan
dibuatkan databasenya dan akan dilanjutkan ke router tetangga. Agar router
tetangga mengetahui tentang perubahan jaringan.
C.
Routing information
Tidak seperti
protokol distance vector, protokol link state membangun dan mempelajari
jaringan setiap router yang etrhubung denagn sangat baik. Hal ini dilakukan
pada saat pengiriman LSA. Setiap router akan mempelajari sebuah router
tetangganya dari database LSA. Setelah LSA terupdate, maka SPF algorithma akan
mempelajarinya dan menghitung jumlah metric yang dibutuhkan untuk mencapai
tujuan. Nah, informasi ini akan digunakan untuk mengupdate routing table. Table
routing akan berubah manakala ada router yang mati.
Dalam link state juga menggunakan triggered
update. Dimana tidak perlu menunggu waktu tertentu untuk mengupdate table
routing. Jadi, saat jaringan mengalami perubahan, maka link state akan langsung
mengupdate table routingnya. Hal ini akan mempercepat adanya penyatuan jaringan
tanpa harus menunggu sejumlah waktu tertentu.
D.
Algoritma routing link state
Di dalam algoritma routing link state
memiliki karakteristik sebagai berikut:
a. Link state akan bersatu dalam Shortest
Path First (SPF) protokol.
b. Link state akan mempelajari database
yang sangat rumit dari topologi jaringan
c. Link state dibuat berdasarkan algorithma
Dijkstra
Router akan mempelajari database dari
topologi jaringan yang terdapat dari LSA. Kemudian dari LSA itu akan dibuat SPF
algorithma. Algorithma SPF akan menghitung jaringan yang dapat dicapai. Router
membangun logical topologi sebagai pohon (tree), dengan router sebagai root.
Topologi ini berisi semua rute-rute yang mungkin untuk mencapai jaringan dalam
protokol link state internetwork. Router kemudian menggunakan SPF untuk
memperpendek rute. Daftar rute-rute terbaik dan interface yang digunakan telah
di data dalam table routing.
E.
Kelebihan dan kekurangan link state
a. Kelebihan link state
1. Link state protokol menggunakan cost
metric untuk memilih jalurnya di dalam jaringan
2. Link state protokol menggunakan
triggered, yang memastikan bahwa jaringan akan menyatu pada akhirnya tanpa
harus menunggu waktu tertentu
3. Masing-masing router sudah meiliki
gambaran sendiri tentang jaringan yang akan digunakan
4. Router selalu menggunakan informasi yang
paling akhir, karena LSA selalu mengupdate informasinya saat terjadi perubahan
jaringan
5. Ukuran database link state dapat di
perkecil dengan memperhatikan bentuk jaringan. Disini, link state mampu
mengambil keputusan untuk menentukan jalur yang paling pendek dan yang terbaik
6. Semua router memiliki kemampuan untuk
meng-copy peta (mapping) selama masih dalam satu jaringan
7. Didukung oleh Classless Interdomain
Routing (CIDR) dan Variable-lenght Subnetmasking (VLSM)
b. Kerugian dari link state protokol
1. Membutuhkan banyak memory dan processor
2. Membutuhkan bentuk jaringan yang pasti
3. Membutuhkan seorang administrator yang
paham akan routing link state
4. Saat terjadi perubahan jaringan, maka
LSA akan membanjiri jaringan. Hal ini bisa mengganggu proses pengiriman data
F. Perbandingan dengan distance vector
Pada distance vector protokol akan
mempelajari router yang tersambung langsung dengan dirinya. Sangat berbeda
dengan link state protokol, dimana link state mengirimkan LSAnya kepada semua
router yang terhubung dalam jaringan. Hal ini membuat link state bias
berhubungan denagn router yang bukan tetangganya. Dalam link state tidak perlu
adanya perubahan routing, sampai ada router yang mati. Jika ada router yang
mati, maka router lain akan melakukan update. Dalam link state, kita tidak
perlu waktu 30 detik untuk meng-update. Karena saat terjadi perubahan saat itu
pula table routing di update.
Keunggulan link state dari pada distance
vector adalah link state akan cepat sekali penyatuan jaringannya daripada
distance vector. Selain itu juga pada link state mendukung adanya VLSA dan CIDR.
Hal ini akan sangat membantu untuk membuat jaringan yang lebih kompleks.
Sementara distance vector sangat unggul dalam penggunaan memory dan processor
ketimbang link state. Link state membutuhkan banyak memory dan processor.
B.
TETANGGA & BATASAN DEKAT OSPF
Untuk memulai semua
aktivitas OSPF dalam menjalankan pertukaran informasi routing, hal pertama yang
harus dilakukannya adalah membentuk sebuah komunikasi dengan para router lain.
Router lain yang berhubungan langsung atau yang berada di dalam satu jaringan
dengan router OSPF tersebut disebut dengan neighbour router atau router
tetangga. Langkah pertama yang harus dilakukan sebuah router OSPF adalah harus
membentuk hubungan dengan neighbor router.
Router OSPF mempunyai sebuah mekanisme
untuk dapat menemukan router tetangganya dan dapat membuka hubungan. Mekanisme
tersebut disebut dengan istilah Hello protocol. Dalam membentuk hubungan dengan
tetangganya, router OSPF akan mengirimkan sebuah paket berukuran kecil secara
periodik ke dalam jaringan atau ke sebuah perangkat yang terhubung langsung
dengannya. Paket kecil tersebut dinamai dengan istilah Hello packet. Pada
kondisi standar, Hello packet dikirimkan berkala setiap 10 detik sekali (dalam
media broadcast multiaccess) dan 30 detik sekali dalam media Point-to-Point
Hello packet berisikan informasi seputar pernak-pernik yang ada pada router
pengirim. Hello packet pada umumnya dikirim dengan menggunakan multicast
address untuk menuju ke semua router yang menjalankan OSPF (IP multicast
224.0.0.5). Semua router yang menjalankan OSPF pasti akan mendengarkan protocol
hello ini dan juga akan mengirimkan hello packet-nya secara berkala.
Cara kerja dari Hello protocol dan
pembentukan neighbour router terdiri dari beberapa jenis, tergantung dari jenis
media di mana router OSPF berjalan.
OSPF mungkin merupakan IGP yang paling
banyak digunakan. Menggunakan metode MD5 untuk autentikasi antar router sebelum
menerima Link-state Advertisement (LSA). Dari awak OSPF sudah mendukung CIDR
dan VLSM, berbeda dengan RIP. Bahkan untuk OSPFv3 sudah mendukung untuk IPv6.
Router dalam broadcast domain yang sama akan melakukan adjacencies untuk
mendeteksi satu sama lainnya. Pendeteksian dilakukan dengan mendengarkan “Hello
Packet”. Hal ini disebut 2 way state. Router OSPF mengirimkan “Hello Packet”
dengan cara unicast dan multicast. Alamat multicast 224.0.0.5 dan 224.0.0.6
digunakan OSPF, sehingga OSPF tidak menggunakan TCP atau UDP melainkan IP
protocol 89.
OSPF menggunakan protokol routing
link-state dengan spesifikasi sebagai berikut:
– Protokol routing link-state
– Merupakan open standard protokol routing
yang dijelaskan di RFC 2328
– Menggunakan algoritma SPF untuk
menghitung cost terendah
– Update routing dilakukan secara floaded
saat terjadi perubahan topologi jaringan
Media Kerja Protokol OSPF
OSPF harus membentuk hubungan dulu dengan
perute tetangganya untuk dapat saling berkomunikasi seputar informasi perutean.
Untuk membentuk sebuah hubungan dengan perute tetangganya, OSPF mengandalkan
protokol Hello. Namun uniknya cara kerja protokol Hello pada OSPF berbeda-beda
pada setiap jenis media. Ada beberapa jenis media yang dapat meneruskan
informasi OSPF, dan masing-masing memiliki karakteristik sendiri, sehingga OSPF
pun bekerja mengikuti karakteristik mereka. Media tersebut adalah:
Broadcast Multiaccess
Point-to-Point
Point-to-Multipoint
Non-broadcast Multiaccess (NBMA)
Karakteristik Open Shortest Path First
(OSPF):
– Menggunakan Algoritma link-state
– Membutuhkan waktu CPU dan memori yang
besar
– Tidak menyebabkan routing loop
– Dapat membentuk heirarki routing
menggunakan konsep area
– Cepat mengetahui perubahan pada jaringan
– Dapat menggunakan beberapa metrik
Tipe Router OSPF
– Internal routers ( di dalam area )
– Backbone router ( di dalam area 0 )
– Area Border router ( ABR )
C.
WILAYAH/AREA OSPF
Berikut ini adalah
unsur-unsur dari OSPF yang perlu diketahui
Area adalah sistem grouping yang digunakan
di protocol OSPF yaitu gabungan dari beberapa IR (Internal Router) yang
berjumlah <80 router. IR adalah router yang tergabung dalam sebuah area
OSPF.
ABR (Area Border Router) adalah router yang
menjembatani area satu dengan area yang lain. Border Router (ABR) merupakan
penghubung antara area 0 dengan area lain ( 2 koneksi, yaitu koneksi ke area 0
dan koneksi ke area lain)
ASBR (Autonomous System Border Router) adalah penghubung antara OSPF
dengan routing protokol lainya (RIP,BGP dll) di suatu jaringan dan berada dalam
satu hak administrasi, satu kepemilikan, satu kepentingan serta dikonfigurasi
menggunakan policy yang sama biasa disebut Atonomous System (AS). Router ASBR
ini dapat diletakkan dimanapun pada jaringan, tapi harus dalam area 0. Dan
bertugas untuk menjembatani antara router yang ada di dalam AS dengan Network
lain (Berbeda AS).
Tipe Area yang terbentuk menjadi suatu
topologi jaringan dibagi menjadi :
Backbone Area
-Merupakan jalur utama dalam OSPF karena
memiliki informasi topologi dan routing seluruh jaringan OSPF dan biasanya
ditandai dengan alamat 0.0.0.0 (atau Area 0).
-Bertanggung jawab mendistribusikan
informasi routing antara non-Backbone area
-Semua sub-Area harus terhubung dengan
backbone secara logikal
-Merupakan tempat bertemunya seluruh area
pada jaringan OSPF
Standart Area
-Merupakan area-area lain selain area 0
serta merupakan area yang tidak dikonfigurasi atau dimodifikasi apapun
-Merupakan sub-Area dari Area 0. Area ini
menerima LSA intra-area dan inter-area dari ABR yang terhubung dengan area 0
Stub Area
-Merupakan area paling akhir/ujung dari
suatu jaringan, tidak ada cabang-cabangnya lagi sehingga area ini tidak
menerima informasi dari luar, dia hanya menerima informasi dari router
tetangganya untuk hubungan ke luar, menggunakan Default route
-Area ini tidak menerima advertise external
route (digantikan default route), baik itu dari ABR area lain, ataupun ASBR
Totally Stub Area
-Merupakan Stub area yang diperketat
perbatasan ( tidak akan pernah menerima informasi dari jaringan luar di luar
jaringan mereka)
Not So Stubby Area (NSSA)
-Merupakan area stub yang tidak terlalu
stub ( bisa menerima informasi dari jaringan lain yang tidak terhubung ke
backbone area).
D.
VERIFIKASI KERJA OSPF
a.
Pengertian verifikasi
Setelah routing
statis dikonfigurasi, langkah selanjutnya adalah hal yang sangat penting untuk
melakukan verifikasi apakah table routing dan proses routingnya bekerja dengan
baik. Perintah untuk melihat konfigurasi yang sedang aktif dan untuk
mem-verifikasi routing statis adalah show runningconfig dan show ip route.
Adapaun langkah-langkah untuk melakukan verifikasi konfigurasi routing statis adalah: Berikan perintah show running-config dalam
privileged mode untuk melihat konfigurasi yang sedang aktif Verifikasi routing statis yang telah
dimasukkan. Jika rute tidak benar, maka diperlukan kembali lagi ke mode global
config untuk menghapus routing statis yang salah dan masukkan routing yang
benar Berikan perintah show ip route
Verifikasi lagi, apakah table routing yang dimasukkan sudah sesuai dengan
tujuan dari hasil perintah tersebut. (syamsu, 2010)
b.
Penggunaan banyak protokol
Router OSPF mempunyai
sebuah mekanisme untuk dapat menemukan router tetangganya dan dapat membuka
hubungan. Mekanisme tersebut disebut dengan istilah Hello protocol. Dalam
membentuk hubungan dengan tetangganya, router OSPF akan mengirimkan sebuah
paket berukuran kecil secara periodik ke dalam jaringan atau ke sebuah
perangkat yang terhubung langsung dengannya. Paket kecil tersebut dinamai
dengan istilah Hello packet. Pada kondisi standar, Hello packet dikirimkan
berkala setiap 10 detik sekali (dalam media broadcast multiaccess) dan 30 detik
sekali dalam media Point-to-Point. Hello packet berisikan informasi seputar
pernak-pernik yang ada pada router pengirim. Hello packet pada umumnya dikirim
dengan menggunakan multicast address untuk menuju ke semua router yang menjalankan
OSPF (IP multicast 224.0.0.5). Semua router yang menjalankan OSPF pasti akan
mendengarkan protocol hello ini dan juga akan mengirimkan hello packet-nya
secara berkala. Cara kerja dari Hello protocol dan pembentukan neighbour router
terdiri dari beberapa jenis, tergantung dari jenis media di mana router OSPF
berjalan. (Nisa, 2011)
c.
Konfigurasi dan menyebarkan sebuah default route
Default route
adalah sebuah rute yang dianggap cocok dengan semua IP address tujuan. Dengan
default route ketika IP address destination(tujuan) dari sebuah paket tidak
ditemukan dalam tabel routing, maka router akan menggunakan default route untuk
mem-forward paket tersebut. Default
route paling cocok berfungsi ketika hanya ada satu rute ke suatu network.
(konoharakureah, 2011)
d. Keterbatasan ospf
Tidak menghasilkan routing loop
·
Mendukung penggunaan beberapa metrik sekaligus
·
Dapat menghasilkan banyak jalur ke sebuah tujuan
·
Membagi jaringan yang besar mejadi beberapa area.
·
Waktu yang diperlukan untuk konvergen lebih cepat
Kekurangan OSPF :
·
Membutuhkan basis data yang besar
·
Lebih rumit (Jaringan, 2016)
e.
Penggunaan banyak protokol di perusahaan
Open Shortest
Path First (OSPF) adalah sebuah protokol routing yangaktif yang digunakan dalam
protokol internet. Terutama itu adalah link state routing protokol dan termasuk
ke dalam kelompok protokol gatewayinterior. Buka Shortest Path First (OSPF)
yang beroperasi di dalam sistem otonomi yang berbeda.
Versi 2 dari Jalur terpendek Pertama Terbuka (OSPF) didefinisikan pada
tahun 1998 untuk IPv4 maka versi OSPF 3 dalam RFC 5340 pada tahun 2008. Pertama
Buka Jalur terpendek (OSPF) paling banyak digunakan dalam jaringan perusahaan
bisnis besar.
Karakteristik :
• Protokol
routing link - state merupakan open standart protokol routing yang dijelaskna
di RFC2328
•
Menggunakan alogaritma SPF untuk menghitung cost terendah.
•
Update routing dilakukan secara floaded saat terjadi perubahan topologi
jaringan.
•
Menggunakan protokol broadcast.
•
Antara RIP dan OSPF menggunakan di dalam Autonomous System (AS).
f.
Open Shortest Path First (OSPF)
adalah sebuah protokol routing yangaktif
yang digunakan dalam protokol internet. Terutama itu adalah link state routing
protokol dan termasuk ke dalam kelompok protokol gatewayinterior. Buka Shortest
Path First (OSPF) yang beroperasi di dalam sistem otonomi yang berbeda.
Versi 2 dari Jalur terpendek Pertama
Terbuka (OSPF) didefinisikan pada tahun 1998 untuk IPv4 maka versi OSPF 3 dalam
RFC 5340 pada tahun 2008. Pertama Buka Jalur terpendek (OSPF) paling banyak
digunakan dalam jaringan perusahaan bisnis besar.
Karakteristik :
·
Protokol routing link - state merupakan open standart protokol routing
yang dijelaskna di RFC2328
·
Menggunakan alogaritma SPF untuk menghitung cost terendah.
·
Update routing dilakukan secara floaded saat terjadi perubahan topologi
jaringan.
·
Menggunakan protokol broadcast.
·
Antara RIP dan OSPF menggunakan di dalam Autonomous System (AS).
E.
PENGGUNAAN BANYAK PROTOKOL ROUTING
Penggunaan
banyak protocol routing
Routing protocol adalah suatu aturan yang
mempertukarkan informasi routing yang akan membentuk sebuah tabel routing
sehingga pengalamatan pada paket data yang akan dikirim menjadi lebih jelas dan
routing protocol mencari rute tersingkat untuk mengirimkan paket data menuju
alamat yang dituju.
Routing protocol dibagi menjadi 2, yakni:
1. Interior Routing Protocol
Interior Routing Protocol biasanya
digunakan pada jaringan yang bernama Autonomous System, yaitu sebuah jaringan
yang berada hanya dalam satu kendali teknik yang terdiri dari beberapa
subnetwork dan gateway yang saling berhubungan satu sama lain. Interior routing
diimplementasikan melalui:
• Routing
Information Protocol (RIP), biasanya terdapat pada sistem operasi UNIX dan
Novell yang menggunakan metode distance vector algoritma yang bekerja dengan
menambahkan satu angka matrik jika melewati 1 gateway, sehingga jika melewati
beberapa gateway maka metriknya juga akan bertambah.
• Open
Shortest Path First (OSPF), routing ini memakan banyak resource komputer
dibanding Routing Information Protocol (RIP), akan tetapi pada routing ini rute
dapat dibagi menjadi beberapa jalan sehinggga data dapat melewati dua atau
lebih rute secara pararel.
2. Exterior
Routing Protocol
Pada dasarnya internet terdiri dari
beberapa Autonomous System yang saling berhubungan satu sama lain dan untuk
menghubungkan Autonomous System dengan Autonomous System yang lainnya maka
Autonomous Systemmenggunakan exterior routing protocol sebagai pertukaran
informasi routingnya.
• Exterior
Gateway Protocol (EGP) merupakan protokol yang mengumumkan kepada Autonomous
System yang lain tentang jaringan yang berada dibawahnya maka jika sebuah
Autonomous System ingin berhubungan dengan jaringan yang ada dibawahnya maka
mereka harus melaluinya sebagai router utama. akan tetapi kelemahan protokol
ini tidak bisa memberikan rute terbaik untuk pengiriman paket data.
• Border
Gateway Protocol (BGP). Protocol ini sudah dapat memilih rute terbaik yang
digunakan pada ISP besar yang akan dipilih.
F.
KONFIGURASI & MENYEBARKAN SEBUAH DEFAULT ROUTE
Konfigurasi default route
pada router Border1 :
Border1(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0
172.16.1.1
Border1(config)#end
Border1#copy running-config startup-config
Destination filename [startup-config]?
Building configuration…
[OK]
Konfigurasi default route pada router
Border2 :
Border2(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0
se0/0/1
Border2(config)#end
Border2#copy running-config startup-config
Destination filename [startup-config]?
Building configuration…
[OK]
G.
PERMASALAHAN & KETERBATASAN DARI OSPF
Router OSPF mempunyai sebuah
mekanisme untuk dapat menemukan router tetangganya dan dapat membuka hubungan.
Mekanisme tersebut disebut dengan istilah Hello protocol. Dalam membentuk
hubungan dengan tetangganya, router OSPF akan mengirimkan sebuah paket
berukuran kecil secara periodik ke dalam jaringan atau ke sebuah perangkat yang
terhubung langsung dengannya. Paket kecil tersebut dinamai dengan istilah Hello
packet. Pada kondisi standar, Hello packet dikirimkan berkala setiap 10 detik
sekali (dalam media broadcast multiaccess) dan 30 detik sekali dalam media
Point-to-Point Hello packet berisikan informasi seputar pernak-pernik yang ada
pada router pengirim. Hello packet pada umumnya dikirim dengan menggunakan
multicast address untuk menuju ke semua router yang menjalankan OSPF (IP
multicast 224.0.0.5). Semua router yang menjalankan OSPF pasti akan
mendengarkan protocol hello ini dan juga akan mengirimkan hello packet-nya
secara berkala.
H.
PENGGUNAAN BANYAK PROTOKOL ROUTING DALAM JARINGAN PERUSAHAAN
Protokol Routing adalah
komunikasi antara router – router. Routing protokol mengijinkan router – router
untuk sharing informasi tentang jaringan dan koneksi antar router. router
menggunakan infformasi ini untuk membangun dan memperbaiki table routingnya.
Routing Protocol maksudnya adalah protocol
untuk merouting. Routing protocol digunakan oleh router-router untuk memelihara
/meng-update isi routing table. Pada dasarnya sebuah routing protocol
menentukan jalur (path) yang dilalui oleh sebuah paket melalui sebuah
internetwork. Contoh dari routing
protocol adalah RIP, IGRP, EIGRP, dan OSPF.
BAB
4 PENYAMBUNGAN WAN PERUSAHAAN
A.
OPERASI PROTOCOL RUTE LINK-STATE
A.
Pengertian
Kita mengenal
ada dua jenis protokol routing, yaitu distance vector dan link state. Distance
vector adalah proses routing berdasarkan arah dan jarak. Sementara link state
adalah proses routing yang membangun topologi databasenya sendiri. Konsep dasar
dari link state routing adalah setiap router menerima peta (map) dari router
tetangga. Link state bekerja dengan cara yang berbeda dari distance vector.
Walaupun proses pengumpulan informasi routingnya lebih rumit dan berat dari
distance vector, namun link state lebih realible, lebih skalabel dalam melayani
jaringan besar, lebih terstruktur dan juga lebih menghemat bandwith.Pada link
state akan melakukan tracking atau penyelidikan terhadap semua koneksi yang ada
dalam jaringan. Status dari koneksi-koneksi tersebut, jenis dan tipe koneksi,
bahkan kecepatan dari koneksi tersebut semuanya dikumpulkan menjadi sebuah
informasi. Hal ini sangat berbeda dengan distance vector. Algoritma distance
vector memiliki informasi yang tidak spesifik tentang jaringan tujuan dan tidak
mengetahui jarak router. Sedangkan algoritma link state memperbaiki pengetahuan
dari jarak router dan bagaimana mereka (router) terkoneksi.
B.
Fitur-fitur link state
Pada protokol routing link state, router
akan memilih sendiri jalur untuk menuju ketujuannya. Router tersebut akan
mendapatkan informasi tentang jalur terbaik (best pathway) melalui router
tetangganya. Dari router tetangganya itulah router mempelajari routing dan
mencari jalur terbaik melalui router tetangganya itu.
Protokol routing link state memiliki
beberapa fungsi, yaitu:
a. Akan cepat merespon jika dijaringan
mengalami perubahan
b. Mengirimkan triggered update hanya pada
saat jaringan itu mengalami perubahan
c. Mengirimkan update secara priodik yang
dikenal dengan link state refreshes
d. Menggunakan “hello packet” untuk mencari
router tetangga
Hello packet terkirim hanya pada router
tetangga. Hello packet berisi informasi tentang jaringan yang terhubung.
Fitur-fitur dari protokol routing link
state:
a. Link State Advertisements (LSA)
b. Topologi database
c. Algoritma Shortest Path First (SPF)
d. SPF tree
e. Penentuan jalur terbaik pada routing
table, baik jalurnya maupun portnya.
Mari kita bahas satu persatu setiap fitur
dari link state ini.
a. Link State Advertisements
Adalah paket kecil dari informasi routing
yang dikirim antar router. LSA akan dikirim antar router. LSA akan dikirim ke
router yang terhubung langsung. Saat terjadi perubahan jaringan. Sebagai contoh
jika ada router yang mati, maka router yang terhubung langsung akan meng-update
LSAnya. Masing-masing router membangun database topologi yang berisi informasi
LSA.
Link state protokol akan melakukan flood
atau pembanjiran dengan menggunakan alamat multicast. Kemudia router yang
mendapatkan informasi perubahan itu akan mengirimkan lagi updatenya ke router
tetangga yang terhunbung langsung. Namun informasi LSA ini tidak akan terkirim
lagi ke si pengirim pertama.
b. Topologi database
Adalah kumpulan informasi yang dari LSA-LSA
yang telah terkumpul. Disini informasi yang bias didapatkan adalah semua
informasi tentang interface yang terhubung langsung. Bisa berupa IP Address
dari interface itu, subnetmask, jenis dari jaringan yang terhubung, bagaimana
router itu terkonek ke jaringan dan lain-lain. Kumpulan database ini kadang
disebut dengan topologi database. Dari database ini bias digunakan untuk
menghitung jalur terbaik pada jaringan.
c. Algorithma SPF (Shortest Path First)
Adalah hasil perhitungan pada database
sebagai hasil dari SPF tree. Dari algorithma SPF dan database tadilah, maka
akan dibuat tree (pohon) dengan routeritu sendiri sebagai root. Router kemudian
akan menggunakan SPF untuk mengetahui jalur mana yang paling pendek untuk mencapai
tujuan. SPF juga bias disebut dengan algorithma Dijkstra.
d. SPF tree
Telah dijelaskan diatas, bagaimana
algorithma SPF akan membentuk sebuah percabangan. Ini akan membantu router
untuk mennetukan jalur terbaiknya. Dari percabangan itu juga router akan
mengetahui jalaur mana yang pendek dan yang terbaik.
e. Menentukan routing table
Routing table adalah daftar rute dan
interface. Saat terjadi perubahan jaringan (network) maka routing table pun
akan berubah. Di table link state inilah sebuah raute mempelajari router
tetangganya, beserta router yang ada di jaringan.
Dari pembahasan diatas bias disimpulkan
proses dari link state adalah sebagai berikut. Awalnya router akan mengirimkan
hello packet secara priodik. Dari hello paket inilah akan tercipta LSA. LSA
akan mengetahui jaringanmana yang mati atau hidup. Saat sebuah router mati,
maka LSA dari router yang terhubung langsung dengan router yang mati itu,a kan
segera meng-update LSAnya. Dari LSA ini, informasi yang didapatkan akan
dibuatkan databasenya dan akan dilanjutkan ke router tetangga. Agar router
tetangga mengetahui tentang perubahan jaringan.
C.
Routing information
Tidak seperti
protokol distance vector, protokol link state membangun dan mempelajari
jaringan setiap router yang etrhubung denagn sangat baik. Hal ini dilakukan
pada saat pengiriman LSA. Setiap router akan mempelajari sebuah router
tetangganya dari database LSA. Setelah LSA terupdate, maka SPF algorithma akan
mempelajarinya dan menghitung jumlah metric yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.
Nah, informasi ini akan digunakan untuk mengupdate routing table. Table routing
akan berubah manakala ada router yang mati.
Dalam link state juga menggunakan triggered
update. Dimana tidak perlu menunggu waktu tertentu untuk mengupdate table
routing. Jadi, saat jaringan mengalami perubahan, maka link state akan langsung
mengupdate table routingnya. Hal ini akan mempercepat adanya penyatuan jaringan
tanpa harus menunggu sejumlah waktu tertentu.
D.
Algoritma routing link state
Di dalam
algoritma routing link state memiliki karakteristik sebagai berikut:
a. Link state akan bersatu dalam Shortest
Path First (SPF) protokol.
b. Link state akan mempelajari database
yang sangat rumit dari topologi jaringan
c. Link state dibuat berdasarkan algorithma
Dijkstra
Router akan mempelajari database dari
topologi jaringan yang terdapat dari LSA. Kemudian dari LSA itu akan dibuat SPF
algorithma. Algorithma SPF akan menghitung jaringan yang dapat dicapai. Router
membangun logical topologi sebagai pohon (tree), dengan router sebagai root.
Topologi ini berisi semua rute-rute
yang mungkin untuk mencapai jaringan dalam protokol link state internetwork.
Router kemudian menggunakan SPF untuk memperpendek rute. Daftar rute-rute
terbaik dan interface yang digunakan telah di data dalam table routing.
E.
Kelebihan dan kekurangan link state
a. Kelebihan link state
1. Link state protokol menggunakan cost
metric untuk memilih jalurnya di dalam jaringan
2. Link state protokol menggunakan
triggered, yang memastikan bahwa jaringan akan menyatu pada akhirnya tanpa
harus menunggu waktu tertentu
3. Masing-masing router sudah meiliki
gambaran sendiri tentang jaringan yang akan digunakan
4. Router selalu menggunakan informasi yang
paling akhir, karena LSA selalu mengupdate informasinya saat terjadi perubahan
jaringan
5. Ukuran database link state dapat di
perkecil dengan memperhatikan bentuk jaringan. Disini, link state mampu
mengambil keputusan untuk menentukan jalur yang paling pendek dan yang terbaik
6. Semua router memiliki kemampuan untuk
meng-copy peta (mapping) selama masih dalam satu jaringan
7. Didukung oleh Classless Interdomain
Routing (CIDR) dan Variable-lenght Subnetmasking (VLSM)
b. Kerugian dari link state protokol
1. Membutuhkan banyak memory dan processor
2. Membutuhkan bentuk jaringan yang pasti
3. Membutuhkan seorang administrator yang
paham akan routing link state
4. Saat terjadi perubahan jaringan, maka
LSA akan membanjiri jaringan. Hal ini bisa mengganggu proses pengiriman data
F. Perbandingan dengan distance vector
Pada distance vector protokol akan
mempelajari router yang tersambung langsung dengan dirinya. Sangat berbeda
dengan link state protokol, dimana link state mengirimkan LSAnya kepada semua
router yang terhubung dalam jaringan. Hal ini membuat link state bias berhubungan
denagn router yang bukan tetangganya. Dalam link state tidak perlu adanya
perubahan routing, sampai ada router yang mati. Jika ada router yang mati, maka
router lain akan melakukan update. Dalam link state, kita tidak perlu waktu 30
detik untuk meng-update. Karena saat terjadi perubahan saat itu pula table
routing di update.
Keunggulan link state dari pada distance
vector adalah link state akan cepat sekali penyatuan jaringannya daripada
distance vector. Selain itu juga pada link state mendukung adanya VLSA dan
CIDR. Hal ini akan sangat membantu untuk membuat jaringan yang lebih kompleks.
Sementara distance vector sangat unggul dalam penggunaan memory dan processor
ketimbang link state. Link state membutuhkan banyak memory dan processor.
B.
TETANGGA & BATASAN DEKAT OSPF
Untuk memulai semua
aktivitas OSPF dalam menjalankan pertukaran informasi routing, hal pertama yang
harus dilakukannya adalah membentuk sebuah komunikasi dengan para router lain.
Router lain yang berhubungan langsung atau yang berada di dalam satu jaringan
dengan router OSPF tersebut disebut dengan neighbour router atau router
tetangga. Langkah pertama yang harus dilakukan sebuah router OSPF adalah harus
membentuk hubungan dengan neighbor router.
Router OSPF mempunyai sebuah mekanisme untuk
dapat menemukan router tetangganya dan dapat membuka hubungan. Mekanisme
tersebut disebut dengan istilah Hello protocol. Dalam membentuk hubungan dengan
tetangganya, router OSPF akan mengirimkan sebuah paket berukuran kecil secara
periodik ke dalam jaringan atau ke sebuah perangkat yang terhubung langsung
dengannya. Paket kecil tersebut dinamai dengan istilah Hello packet. Pada
kondisi standar, Hello packet dikirimkan berkala setiap 10 detik sekali (dalam
media broadcast multiaccess) dan 30 detik sekali dalam media Point-to-Point
Hello packet berisikan informasi seputar pernak-pernik yang ada pada router
pengirim. Hello packet pada umumnya dikirim dengan menggunakan multicast
address untuk menuju ke semua router yang menjalankan OSPF (IP multicast 224.0.0.5).
Semua router yang menjalankan OSPF pasti akan mendengarkan protocol hello ini
dan juga akan mengirimkan hello packet-nya secara berkala.
Cara kerja dari Hello protocol dan
pembentukan neighbour router terdiri dari beberapa jenis, tergantung dari jenis
media di mana router OSPF berjalan.
OSPF mungkin merupakan IGP yang paling
banyak digunakan. Menggunakan metode MD5 untuk autentikasi antar router sebelum
menerima Link-state Advertisement (LSA). Dari awak OSPF sudah mendukung CIDR
dan VLSM, berbeda dengan RIP. Bahkan untuk OSPFv3 sudah mendukung untuk IPv6.
Router dalam broadcast domain yang sama akan melakukan adjacencies untuk
mendeteksi satu sama lainnya. Pendeteksian dilakukan dengan mendengarkan “Hello
Packet”. Hal ini disebut 2 way state. Router OSPF mengirimkan “Hello Packet”
dengan cara unicast dan multicast. Alamat multicast 224.0.0.5 dan 224.0.0.6
digunakan OSPF, sehingga OSPF tidak menggunakan TCP atau UDP melainkan IP
protocol 89.
OSPF menggunakan protokol routing
link-state dengan spesifikasi sebagai berikut:
– Protokol routing link-state
– Merupakan open standard protokol routing
yang dijelaskan di RFC 2328
– Menggunakan algoritma SPF untuk
menghitung cost terendah
– Update routing dilakukan secara floaded
saat terjadi perubahan topologi jaringan
Media Kerja Protokol OSPF
OSPF harus membentuk hubungan dulu dengan
perute tetangganya untuk dapat saling berkomunikasi seputar informasi perutean.
Untuk membentuk sebuah hubungan dengan perute tetangganya, OSPF mengandalkan
protokol Hello. Namun uniknya cara kerja protokol Hello pada OSPF berbeda-beda
pada setiap jenis media. Ada beberapa jenis media yang dapat meneruskan
informasi OSPF, dan masing-masing memiliki karakteristik sendiri, sehingga OSPF
pun bekerja mengikuti karakteristik mereka. Media tersebut adalah:
Broadcast Multiaccess
Point-to-Point
Point-to-Multipoint
Non-broadcast Multiaccess (NBMA)
Karakteristik Open Shortest Path First
(OSPF):
– Menggunakan Algoritma link-state
– Membutuhkan waktu CPU dan memori yang
besar
– Tidak menyebabkan routing loop
– Dapat membentuk heirarki routing
menggunakan konsep area
– Cepat mengetahui perubahan pada jaringan
– Dapat menggunakan beberapa metrik
Tipe Router OSPF
– Internal routers ( di dalam area )
– Backbone router ( di dalam area 0 )
– Area Border router ( ABR )
C.
WILAYAH/AREA OSPF
Berikut ini adalah
unsur-unsur dari OSPF yang perlu diketahui
Area adalah sistem grouping yang digunakan
di protocol OSPF yaitu gabungan dari beberapa IR (Internal Router) yang
berjumlah <80 router. IR adalah router yang tergabung dalam sebuah area
OSPF.
ABR (Area Border Router) adalah router yang
menjembatani area satu dengan area yang lain. Border Router (ABR) merupakan
penghubung antara area 0 dengan area lain ( 2 koneksi, yaitu koneksi ke area 0
dan koneksi ke area lain)
ASBR (Autonomous System Border Router) adalah penghubung antara OSPF
dengan routing protokol lainya (RIP,BGP dll) di suatu jaringan dan berada dalam
satu hak administrasi, satu kepemilikan, satu kepentingan serta dikonfigurasi
menggunakan policy yang sama biasa disebut Atonomous System (AS). Router ASBR
ini dapat diletakkan dimanapun pada jaringan, tapi harus dalam area 0. Dan
bertugas untuk menjembatani antara router yang ada di dalam AS dengan Network
lain (Berbeda AS).
Tipe Area yang terbentuk menjadi suatu
topologi jaringan dibagi menjadi :
Backbone Area
-Merupakan jalur utama dalam OSPF karena
memiliki informasi topologi dan routing seluruh jaringan OSPF dan biasanya
ditandai dengan alamat 0.0.0.0 (atau Area 0).
-Bertanggung jawab mendistribusikan
informasi routing antara non-Backbone area
-Semua sub-Area harus terhubung dengan
backbone secara logikal
-Merupakan tempat bertemunya seluruh area
pada jaringan OSPF
Standart Area
-Merupakan area-area lain selain area 0
serta merupakan area yang tidak dikonfigurasi atau dimodifikasi apapun
-Merupakan sub-Area dari Area 0. Area ini
menerima LSA intra-area dan inter-area dari ABR yang terhubung dengan area 0
Stub Area
-Merupakan area paling akhir/ujung dari
suatu jaringan, tidak ada cabang-cabangnya lagi sehingga area ini tidak
menerima informasi dari luar, dia hanya menerima informasi dari router
tetangganya untuk hubungan ke luar, menggunakan Default route
-Area ini tidak menerima advertise external
route (digantikan default route), baik itu dari ABR area lain, ataupun ASBR
Totally Stub Area
-Merupakan Stub area yang diperketat
perbatasan ( tidak akan pernah menerima informasi dari jaringan luar di luar
jaringan mereka)
Not So Stubby Area (NSSA)
-Merupakan area stub yang tidak terlalu
stub ( bisa menerima informasi dari jaringan lain yang tidak terhubung ke
backbone area).
D.
VERIFIKASI KERJA OSPF
a.
Pengertian verifikasi
Setelah routing
statis dikonfigurasi, langkah selanjutnya adalah hal yang sangat penting untuk
melakukan verifikasi apakah table routing dan proses routingnya bekerja dengan
baik. Perintah untuk melihat konfigurasi yang sedang aktif dan untuk
mem-verifikasi routing statis adalah show runningconfig dan show ip route.
Adapaun langkah-langkah untuk melakukan verifikasi konfigurasi routing statis
adalah: Berikan perintah show
running-config dalam privileged mode untuk melihat konfigurasi yang sedang
aktif Verifikasi routing statis yang
telah dimasukkan. Jika rute tidak benar, maka diperlukan kembali lagi ke mode
global config untuk menghapus routing statis yang salah dan masukkan routing
yang benar Berikan perintah show ip
route Verifikasi lagi, apakah table routing yang dimasukkan sudah sesuai dengan
tujuan dari hasil perintah tersebut. (syamsu, 2010)
b.
Penggunaan banyak protokol
Router OSPF
mempunyai sebuah mekanisme untuk dapat menemukan router tetangganya dan dapat
membuka hubungan. Mekanisme tersebut disebut dengan istilah Hello protocol.
Dalam membentuk hubungan dengan tetangganya, router OSPF akan mengirimkan
sebuah paket berukuran kecil secara periodik ke dalam jaringan atau ke sebuah
perangkat yang terhubung langsung dengannya. Paket kecil tersebut dinamai
dengan istilah Hello packet. Pada kondisi standar, Hello packet dikirimkan
berkala setiap 10 detik sekali (dalam media broadcast multiaccess) dan 30 detik
sekali dalam media Point-to-Point. Hello packet berisikan informasi seputar
pernak-pernik yang ada pada router pengirim. Hello packet pada umumnya dikirim
dengan menggunakan multicast address untuk menuju ke semua router yang
menjalankan OSPF (IP multicast 224.0.0.5). Semua router yang menjalankan OSPF
pasti akan mendengarkan protocol hello ini dan juga akan mengirimkan hello
packet-nya secara berkala. Cara kerja dari Hello protocol dan pembentukan
neighbour router terdiri dari beberapa jenis, tergantung dari jenis media di
mana router OSPF berjalan. (Nisa, 2011)
c.
Konfigurasi dan menyebarkan sebuah default route
Default route
adalah sebuah rute yang dianggap cocok dengan semua IP address tujuan. Dengan
default route ketika IP address destination(tujuan) dari sebuah paket tidak
ditemukan dalam tabel routing, maka router akan menggunakan default route untuk
mem-forward paket tersebut. Default
route paling cocok berfungsi ketika hanya ada satu rute ke suatu network.
(konoharakureah, 2011)
d. Keterbatasan ospf
Tidak menghasilkan routing loop
·
Mendukung penggunaan beberapa metrik sekaligus
·
Dapat menghasilkan banyak jalur ke sebuah tujuan
·
Membagi jaringan yang besar mejadi beberapa area.
·
Waktu yang diperlukan untuk konvergen lebih cepat
Kekurangan OSPF :
·
Membutuhkan basis data yang besar
·
Lebih rumit (Jaringan, 2016)
e.
Penggunaan banyak protokol di perusahaan
Open Shortest
Path First (OSPF) adalah sebuah protokol routing yangaktif yang digunakan dalam
protokol internet. Terutama itu adalah link state routing protokol dan termasuk
ke dalam kelompok protokol gatewayinterior. Buka Shortest Path First (OSPF)
yang beroperasi di dalam sistem otonomi yang berbeda.
Versi 2 dari Jalur terpendek
Pertama Terbuka (OSPF) didefinisikan pada tahun 1998 untuk IPv4 maka versi OSPF
3 dalam RFC 5340 pada tahun 2008. Pertama Buka Jalur terpendek (OSPF) paling
banyak digunakan dalam jaringan perusahaan bisnis besar.
Karakteristik :
•
Protokol routing link - state merupakan open standart protokol routing
yang dijelaskna di RFC2328
•
Menggunakan alogaritma SPF untuk menghitung cost terendah.
•
Update routing dilakukan secara floaded saat terjadi perubahan topologi
jaringan.
• Menggunakan protokol broadcast.
•
Antara RIP dan OSPF menggunakan di dalam Autonomous System (AS).
f.
Open Shortest Path First (OSPF)
adalah sebuah protokol routing yangaktif
yang digunakan dalam protokol internet. Terutama itu adalah link state routing
protokol dan termasuk ke dalam kelompok protokol gatewayinterior. Buka Shortest
Path First (OSPF) yang beroperasi di dalam sistem otonomi yang berbeda.
Versi 2 dari Jalur terpendek Pertama
Terbuka (OSPF) didefinisikan pada tahun 1998 untuk IPv4 maka versi OSPF 3 dalam
RFC 5340 pada tahun 2008. Pertama Buka Jalur terpendek (OSPF) paling banyak
digunakan dalam jaringan perusahaan bisnis besar.
Karakteristik :
·
Protokol routing link - state merupakan open standart protokol routing
yang dijelaskna di RFC2328
·
Menggunakan alogaritma SPF untuk menghitung cost terendah.
·
Update routing dilakukan secara floaded saat terjadi perubahan topologi
jaringan.
·
Menggunakan protokol broadcast.
·
Antara RIP dan OSPF menggunakan di dalam Autonomous System (AS).
E.
PENGGUNAAN BANYAK PROTOKOL ROUTING
Penggunaan
banyak protocol routing
Routing protocol adalah suatu aturan yang
mempertukarkan informasi routing yang akan membentuk sebuah tabel routing
sehingga pengalamatan pada paket data yang akan dikirim menjadi lebih jelas dan
routing protocol mencari rute tersingkat untuk mengirimkan paket data menuju
alamat yang dituju.
Routing protocol dibagi menjadi 2, yakni:
1. Interior Routing Protocol
Interior Routing Protocol biasanya
digunakan pada jaringan yang bernama Autonomous System, yaitu sebuah jaringan
yang berada hanya dalam satu kendali teknik yang terdiri dari beberapa
subnetwork dan gateway yang saling berhubungan satu sama lain. Interior routing
diimplementasikan melalui:
• Routing
Information Protocol (RIP), biasanya terdapat pada sistem operasi UNIX dan
Novell yang menggunakan metode distance vector algoritma yang bekerja dengan
menambahkan satu angka matrik jika melewati 1 gateway, sehingga jika melewati
beberapa gateway maka metriknya juga akan bertambah.
• Open
Shortest Path First (OSPF), routing ini memakan banyak resource komputer
dibanding Routing Information Protocol (RIP), akan tetapi pada routing ini rute
dapat dibagi menjadi beberapa jalan sehinggga data dapat melewati dua atau
lebih rute secara pararel.
2. Exterior
Routing Protocol
Pada dasarnya internet terdiri dari
beberapa Autonomous System yang saling berhubungan satu sama lain dan untuk
menghubungkan Autonomous System dengan Autonomous System yang lainnya maka
Autonomous Systemmenggunakan exterior routing protocol sebagai pertukaran
informasi routingnya.
• Exterior
Gateway Protocol (EGP) merupakan protokol yang mengumumkan kepada Autonomous
System yang lain tentang jaringan yang berada dibawahnya maka jika sebuah
Autonomous System ingin berhubungan dengan jaringan yang ada dibawahnya maka
mereka harus melaluinya sebagai router utama. akan tetapi kelemahan protokol
ini tidak bisa memberikan rute terbaik untuk pengiriman paket data.
• Border
Gateway Protocol (BGP). Protocol ini sudah dapat memilih rute terbaik yang
digunakan pada ISP besar yang akan dipilih.
F.
KONFIGURASI & MENYEBARKAN SEBUAH DEFAULT ROUTE
Konfigurasi default route
pada router Border1 :
Border1(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 172.16.1.1
Border1(config)#end
Border1#copy running-config startup-config
Destination filename [startup-config]?
Building configuration…
[OK]
Konfigurasi default route pada router
Border2 :
Border2(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0
se0/0/1
Border2(config)#end
Border2#copy running-config startup-config
Destination filename [startup-config]?
Building configuration…
[OK]
G.
PERMASALAHAN & KETERBATASAN DARI OSPF
Router OSPF mempunyai sebuah
mekanisme untuk dapat menemukan router tetangganya dan dapat membuka hubungan.
Mekanisme tersebut disebut dengan istilah Hello protocol. Dalam membentuk
hubungan dengan tetangganya, router OSPF akan mengirimkan sebuah paket
berukuran kecil secara periodik ke dalam jaringan atau ke sebuah perangkat yang
terhubung langsung dengannya. Paket kecil tersebut dinamai dengan istilah Hello
packet. Pada kondisi standar, Hello packet dikirimkan berkala setiap 10 detik
sekali (dalam media broadcast multiaccess) dan 30 detik sekali dalam media
Point-to-Point Hello packet berisikan informasi seputar pernak-pernik yang ada
pada router pengirim. Hello packet pada umumnya dikirim dengan menggunakan
multicast address untuk menuju ke semua router yang menjalankan OSPF (IP
multicast 224.0.0.5). Semua router yang menjalankan OSPF pasti akan
mendengarkan protocol hello ini dan juga akan mengirimkan hello packet-nya
secara berkala.
H.
PENGGUNAAN BANYAK PROTOKOL ROUTING DALAM JARINGAN PERUSAHAAN
Protokol Routing adalah
komunikasi antara router – router. Routing protokol mengijinkan router – router
untuk sharing informasi tentang jaringan dan koneksi antar router. router
menggunakan infformasi ini untuk membangun dan memperbaiki table routingnya.
Routing Protocol maksudnya adalah protocol
untuk merouting. Routing protocol digunakan oleh router-router untuk memelihara
/meng-update isi routing table. Pada dasarnya sebuah routing protocol
menentukan jalur (path) yang dilalui oleh sebuah paket melalui sebuah
internetwork. Contoh dari routing protocol
adalah RIP, IGRP, EIGRP, dan OSPF.
BAB
5 ACL
A. DAFTAR PENGATURAN AKSES (ACL)
ACL (Access
Control List) merupakan metode selektivitas terhadap packet data yang akan
dikirimkan pada alamat yang dituju. Secara sederhana ACL dapat kita
ilustrasikan seperti halnya sebuah standard keamanan. Hanya packet yang
memiliki kriteria yang sesuai dengan aturan yang diperbolehkan melewati gerbang
keamanan, dan bagi packet yang tidak memiliki kriiteria yang sesuai dengan
aturan yang diterapkan, maka paket tersebut akan ditolak. ACL dapat berisi
daftar IP address, MAC Address, subnet, atau port yang diperbolehkan maupun
ditolak untuk melewati jaringan.
B. MACAM DAN PENGGUNAAN ACL
-
standard
ACL
Standard ACL
merupakan jenis ACL yang paling sederhana. Standard ACL hanya melakukan
filtering pada alamat sumber (Source) dari paket yang dikirimkan. Alamat sumber
yang dimaksud dapat berupa alamat sumber dari jaringan (Network Address) atau
alamat sumber dari host. Standard ACL dapat diimplementasikan pada proses
filtering protocol TCP, UDP atau pada nomor port yang digunakan. Meskipun
demikian, Standard ACL hanya mampu mengijinkan atau menolak paket berdasarkan
alamat sumbernya saja. Berikut ini adalah contoh konfigurasi dari Standard ACL.
-
Extended
ACL
Extended ACL
merupakan jenis ACL yang mampu memberikan tingkat keamanan yang lebih baik
ketimbang Standard ACL. Extended ACL mampu melakukan filtering pada alamat
sumber (source) dan alamat tujuan (destination). Selain itu extended ACL
memberikan keleluasaan kepada admin jaringan dalam melakukan proses filtering
dengan tujuan yang lebih spesifik.
C. PROSES ACL
Ada dua tahap
untuk membuat ACL. Tahap pertama masuk ke mode global config kemudian
memberikan perintah access-listdan
diikuti dengan parameter-parameter. Tahap kedua adalah menentukanACL ke
interface yang ditentukan.
Dalam TCP/IP, ACL diberikan ke satu atau
lebih interface dan dapat memfilter trafik yang masuk atau trafik yang keluar
dengan menggunakan perintah ip access-grouppada mode configuration interface.
Perintah access-groupdikeluarkan harus jelas dalam interface masuk atau keluar.
Dan untuk membatalkan perintah cukup diberikan perintah no access-list
list-number. amang@eepis-its.edu 144
Aturan-aturan yang digunakan untuk membuat
access list:
·
Harus memiliki satu access list per protokol per arah.
·
Standar access list harus diaplikasikan ke tujuan terdekat.
·
Extended access list harus harus diaplikasikan ke asal terdekat.
·
Inbound dan outbound interface harus dilihat dari port arah masuk
router.
· Pernyataan akses diproses secara
sequencial dari atas ke bawah sampai ada yang cocok. Jika tidak ada yang cocok
maka paket ditolak dan dibuang.
·
Terdapat pernyataan deny anypada
akhir access list. Dan tidak kelihatan di konfigurasi.
· Access list yang dimasukkan harus difilter
dengan urutan spesifik ke umum. Host tertentu harus ditolak dulu dan grup atau
umum kemudian.
·
Kondisi cocok dijalankan dulu. Diijinkan atau ditolak dijalankan jika
ada pernyataan yang cocok.
·
Tidak pernah bekerja dengan
access list yang dalam kondisi aktif.
·
Teks editor harus digunakan untuk membuat komentar.
·
Baris baru selalu ditambahkan di akhir access list. Perintah no
accesslist x akan menghapus semua daftar.
·
Access list berupa IP akan
dikirim sebagai pesan ICMP host unreachable ke pengirim dan akan dibuang.
·
Access list harus dihapus dengan hati-hati. Beberapa versi IOS akan
mengaplikasikan default deny any ke interface dan semua trafik akan berhenti.
D. ANALISIS AKIBAT PENGGUNAAN WILDCARD
MASK
Wildcard
Mask
Wildcard Mask
adalah suatu urutan angka-angka yang mengefektifkan paket Routing didalam
subnets suatu jaringan property.
Fungsi dari wildcard mask: Wildcard mask
panjangnya 32-bit yang dibagi menjadi empat octet. Wildcard mask adalah
pasangan IP address. Angka 1 dan 0 pada mask digunakan untuk
mengidentifikasikan bit-bit IP address. Wildcard mask mewakili proses yang
cocok dengan ACL mask-bit. Wildcard mask tidak ada hubungannya dengan subnet mask.Wildcard
mask dan subnet mask dibedakan oleh dua hal. Subnet mask menggunakan biner 1
dan 0 untuk mengidentifikasi jaringan, subnet dan host. Wildcard mask
menggunakan biner 1 atau 0 untuk memfilter IP address individual atau grup
untuk diijinkan atau ditolak akses. Persamaannya hanya satu dua-duanya
sama-sama 32-bit.
cara mendapatkan nilai wildcard mask:
(Miftah, 2013)
misal IP address = 192.168.1.0/25 Subnet
Mask = 255.255.255.128 maka Wildcard = 0.0.0.127
cara menghitungnya :
Subnet Mask = 255.255.255.128—->
11111111. 11111111. 11111111. 10000000 Kebalikanya adalah wildcard yaitu
Wildcard = 00000000. 00000000. 00000000.
01111111 —> wildcard dari 255.255.255.128
E. DASAR PROSES ACL
a. Dasar Pengamanan
Perintah dalam
pernyataan ACL adalah penempatan yang sangat penting.
Software Cisco IOS menguji paket yang
berlawanan terhadap setiap kondisi
pernyataan pada perintah dari atas hingga
bawah.
b. Konfigurasi Dasar Penomoran Standart ACL
Pada contoh
tersebut [Router1] mengijinkan semua host atau paket yang berasal dari network
ID 172.25.0.0 untuk melewati [Router_Pusat]. Angka 0.0.255.255 (wildcard)
digunakan untuk membandingkan paket, sehingga semua network ID yang di cek
cukup 2 (dua) bagian terdepan yaitu 172.25. Apabila angka wildcard yang digunakan
0.0.0.255 maka network ID yang di cek adalah 3 (tiga) bagian terdepan, misalnya
172.25.82. (emulanetwork, 2011)
c. Konfigurasi Akses Router Melalui VTY
Konfigurasi
Cisco router dengan membatasi akses system juga bisa menggunakan control password
pada line console dan koneksi virtual terminal. Terminal VTY baru bisa
digunakan jika sudah diberikan password untuk akses lewat terminal vrtual atau
umumnya dikenal lewat koneksi Telnet.
Beralih ke konfigurasi line mode untuk
consoleè Router (config)# line con
Beralih ke konfigurasi line mode untuk
virtual terminalè Router (config)# line vty
Untuk set passwordè Router (config-line)#
password
Untuk meng-enable terminal dan juga
perlunya password gunakanè Router (config-line)# login (H, 2009)
d. Konfigurasi Dasar Penomoran Extended ACL
Konfigurasi Nama ACL Extended
R2(config)#ip access-list extended FIREWALL
R2(config-ext-nacl)#
R2(config-ext-nacl)#permit tcp any host
192.168.20.254 eq www
R2(config-ext-nacl)#permit tcp any any
established
R2(config-ext-nacl)#permit icmp any any
echo-reply
R2(config-ext-nacl)#deny ip any any
(webmaster, 2016)
e. Analisis ACL Jaringan dan Penempatannya
Command pada ACL
merupakan perintah analisis standar yang ada pada ACL seperti perintah
statistik. Stratify (menstratifikasi), Aging (umur) dsb. Perintah tersebut
dapat menghasilkan output dalam bentuk file, screen(layar), print dan grafik.
(limmaeda, 2016)
F.
KONFIGURASI ACL PENOMORAN STANDAR
1.
Standard ACL
Standard ACL adalah access list yang
bersifat sederhana.Standard ACL hanya menggunakan alamat sumber IP di dalam
paket IP sebagai kondisi yang ditest. Semua keputusan dibuat berdasarkan alamat
IP sumber. Ini artinya, Standard ACL pada dasarnya melewatkan atau menolak
seluruh paket protocol. ACL ini tidak membedakan tipe dari lalu lintas IP
seperti WWW, Telnet, UDP dan DSP.
Banyak range nomor ACL pada contoh dibawah
ini yang bisa kita gunakan untuk memfilter lalu lintas pada jaringan kita
(protocol yang bisa kita terapkan ACL bisa tergantung pada versi IOS kita) :
Berikut adalah cara mengonfigurasi atau
membuat standard access control list:
a.
Membuat Standard Access List Menggunakan Nomor
Untuk membuat nomor standard access list
dan menerima pesan logging, ditampilkan dalam mode global konfigurasi, sebagai
berikut :
Untuk mendefinisikan standard IP access
list dengan nomor, menggunakan standard version dari acess-list ration untuk
memindahkan sebuah standard access list, maka digunakan perintah berikut: “
access-list access-list-number{deny | permit}source [source-wildcard] [log] no
access-list access-list-number“
b.
Membuat Standard Access List Menggunakan Nama
Untuk membuat nama standard access list dan
menerima pesan logging, berikut adalah permulaan dalam mode global konfigurasi.
G.
KONFIGURASI ACL PENOMORAN EKSTENDER
Extended ACL adalah access list yang lebih
complex. Extended ACL bisa mengevalusai banyak field lain pada header layer 3
dan layer 4 pada paket IP. ACL ini bisa mengevaluasi alamat IP sumber dan
tujuan, field protocol pada header network layer dan nomor port pada header
transport layer. Ini memberikan Extended ACL kemampuan untuk membuat
keputusan-keputusanlebih spesifik ketika mengontrol lalu lintas.
Berikut adalah contoh konfigurasi ACL
penomoran Extended:
Layanan lain pada host ini dan host lainnya
bisa diakses oleh department seles dan marketing. Berikut adalah access list
yang dibuat:
Lab#config t
Lab(config)#access-list 110 deny tcp any
host 172.16.30.5 eq 21
Lab(config)#access-list 110 deny tcp any
host 172.16.30.5 eq 23
Lab(config)#access-list 110 permit ip any
any
Access list 110 memberitahukan ke router
bahwa anda membuat Extended IP Access List. TCP adalah field procol pada
heather layer network. Jika pada list tidak terdapat TCP disini, anda tidak
bisa menyaring berdasarkan nomor port 21 dan 23 seperti yang diperlihatkan pada
contoh (yaitu FTP dan Telnet dan keduanya menggunakan TCP untuk layanan
conection - oriented). Perintah any disini adalah sumber, yang berarti semua
alamat IP dan host adalah alamat IP tujuan. Setelah list dibuat, maka
selanjutnya perlu diterapkan pada outbound interface ethernet 1.
Deskripsi Syntak dari konfigurasi diatas
adalah sebagai berikut:
H.
MENGIJINKAN DAN MELARANG TRAFIK SPESIFIK LEWAT
Piranti router menggunakan access list
untuk mengendalikan traffic keluar masuk dengan karakteristick berikut: (Alih,
2009)
1.
Access list menerangkan jenis traffic yang akan dikendalikan
2.
Entry access list menjelaskan karakteristic traffic
3.
Entry access list menunjukkan apakah mengijinkan atau menolak traffic
4.
Entry access list dapat menjelaskan suatu jenis traffic khusus,
mengijinkan atau menolak semua traffic
5.
Saat dibuat, suatu access list mengandung entry secara implicit “deny
all”
6.
Setiap access list diterapkan pada hanya sebuah protocol khusus saja
7.
Setiap interface router dapat memuat hanya sampai dua access list saja
untuk setiap protocol, satu untuk traffic masuk dan satu untuk traffic keluar.
I. ANALISIS SCL JARINGAN DAN PENEMPATANNYA
Penempatan yang tepat dari ACL dapat
membuat jaringan beroperasi secara lebih efisien. ACL dapat ditempatkan untuk
mengurangi lalu lintas yang tidak perlu. Misalnya, lalu lintas yang akan
ditolak di tujuan jarak jauh tidak harus diteruskan menggunakan sumber daya
jaringan sepanjang rute ke tujuan itu.
Setiap ACL harus ditempatkan di mana ia
memiliki dampak terbesar pada efisiensi. Seperti yang ditunjukkan pada gambar,
aturan dasar adalah:
ACL diperpanjang – Cari ACL diperpanjang
sedekat mungkin dengan sumber lalu lintas yang akan disaring. Dengan cara ini,
lalu lintas yang tidak diinginkan ditolak dekat dengan jaringan sumber tanpa
menyeberangi infrastruktur jaringan.
ACL standar – Karena ACL standar tidak
menentukan alamat tujuan, menempatkan mereka sebagai dekat dengan tujuan
mungkin. Menempatkan ACL standar pada sumber lalu lintas akan efektif mencegah
lalu lintas yang mencapai setiap jaringan lain melalui antarmuka di mana ACL
diterapkan.
J.
KONFIGURASI ACL BERSAMA ROUTING INTER-VLAN
1. Mengaktifkan IP routing
Switch>enable
Switch#conf t
Enter configuration commands, one per
line. End with CNTL/Z.
Switch(config)#ip routing
Switch(config)#ip routing
Switch(config)#
Cek hasilnya dengan perintah “show run“
(anam, 2014)
2. Membuat VLAN
Membuat Vlan 2 dengan nama Sales :
Switch(config)#vlan 2
Switch(config-vlan)#na
Switch(config-vlan)#name Sales
Switch(config-vlan)#exit
Membuat Vlan 3 dengan nama Marketing :
Switch(config)#vlan 3
Switch(config-vlan)#name Marketing
Switch(config-vlan)#exit
verifikasi hasilnya dengan perintah
Switch(config)#do sh vlan
VLAN Name Status Ports
---- --------------------------------
--------- -------------------------------
1
default
active Fa0/1, Fa0/2, Fa0/3,
Fa0/4
Fa0/5, Fa0/6, Fa0/7, Fa0/8
Fa0/9, Fa0/10, Fa0/11, Fa0/12
Fa0/13, Fa0/14, Fa0/15, Fa0/16
Fa0/17,
Fa0/18, Fa0/19, Fa0/20
Fa0/21, Fa0/22, Fa0/23, Fa0/24
Gig0/1, Gig0/2
2
Sales
active
3
Marketing
active
1002 fddi-default act/unsup
1003 token-ring-default act/unsup
1004 fddinet-default act/unsup
1005 trnet-default act/unsup
3. Menentukan port switch pada vlan
tertentu
Switch(config)#int fa0/4
Switch(config-if)#switchport access vlan 2
Switch(config-if)#exit
Switch(config)#int fa0/6
Switch(config-if)#switchport access vlan 3
Switch(config-if)#exit
Switch(config)#
Verifikasi hasilnya
Switch(config)#do sh vlan
VLAN Name Status Ports
---- --------------------------------
--------- -------------------------------
1
default
active Fa0/1, Fa0/2, Fa0/3,
Fa0/5
Fa0/7, Fa0/8,
Fa0/9, Fa0/10
Fa0/11, Fa0/12, Fa0/13, Fa0/14
Fa0/15, Fa0/16, Fa0/17, Fa0/18
Fa0/19, Fa0/20, Fa0/21, Fa0/22
Fa0/23, Fa0/24, Gig0/1, Gig0/2
2
Sales
active Fa0/4
3
Marketing
active Fa0/6
4. Menentukan IP adress Vlan
Switch(config)#int vlan 2
Switch(config-if)#
%LINK-5-CHANGED: Interface Vlan2, changed
state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on
Interface Vlan2, changed state to up
Switch(config-if)#ip add 10.1.2.1
255.255.255.0
Switch(config-if)#no shutdown
Switch(config-if)#exit
Switch(config)#int
Switch(config)#interface vlan 3
%LINK-5-CHANGED: Interface Vlan3, changed
state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on
Interface Vlan3, changed state to up
Switch(config-if)#ip add 10.1.3.1
255.255.255.0
Switch(config-if)#no shutdown
Switch(config-if)#exit
Switch(config)#
verifikasi hasilnya !
Switch(config)#do sh ip int br
Vlan2 10.1.2.1 YES manual up up
Vlan3 10.1.3.1 YES manual up
K.
LOGGING UNTUK MEMVERIFIKASI FUNGSI ACL
Untuk menampilkan informasi interface IP
dan apakah terdapat ACL di interface itu gunakan perintah show ip interface.
Perintah show access-lists untuk menampilkan isi dari ACL dalam router.
Sedangkan perintah show running-config untuk melihat konfigurasi access list.
(Access Control Lists (ACLs), 2011)
Secara default, ketika lalu lintas ditolak
oleh ACE diperpanjang atau Webtype ACE, ASA menghasilkan pesan sistem 106.023
untuk setiap paket membantah dalam bentuk berikut:
% ASA | PIX-4-106023: Deny protokol src
[interface_name: source_address / source_port] dst
interface_name: DEST_ADDRESS / dest_port
[Jenis {string}, kode {kode}] oleh access_group acl_id
Jika
ASA diserang, jumlah pesan sistem paket ditolak bisa sangat besar. Kami
menyarankan Anda malah mengaktifkan logging menggunakan pesan sistem 106100,
yang menyediakan statistik untuk setiap ACE dan memungkinkan Anda untuk
membatasi jumlah pesan sistem yang dihasilkan. Atau, Anda dapat menonaktifkan
semua logging. (Cisco ASA 5500 Series Configuration Guide using the CLI, 8.2,
2013)
L.
ANALISA LOG ROUTER
Server log files merupakan catatan
aktivitas yang terjadi pada web server dalam suatu jaringan [2]. Dengan adanya
server log files tersebut dapat dilakukan analisa kemanan jaringan. Server log
files menyediakan secara terperinci mengenai file request terhadap web server
dan respon server terhadap request tersebut. Log files tersebut berisi waktu
akses berdasarkan format waktu Unix, source IP, url, server response,
action, operasi, username, server IP,
hierarchy, mime type. Namun untuk melakukan analisa dengan menggunakan log
files dibutuhkan ruang memori yang cukup besar pada komputer. (Hadiyono, 2008)
M. CARA TERBAIK UNTUK MENGGUNAKAN ACL
ACL membaca beberapa sumber data secara
langsung dengan mengimpor dan menyalin sumber data sehingga dapat dianalisis.
ACL dirancang khusus untuk menganalisa data dan menghasilkan laporan audit baik
untuk pengguna biasa (common/nontechnical users) maupun pengguna ahli (expert
users). Dengan menggunakan ACL, pekerjaan auditing akan jauh lebih cepat
daripada proses auditing secara manual yang memerlukan waktu sampai berjam-jam
bahkan sampai berhari-hari. (SI, Pengenalan ACL (Audit Command Language), 2011)
berikut link download modul rancang bangun jaringan

No comments:
Post a Comment